MATARAM - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Lalu Makmur Said mengatakan, PT PLN (Persero) akan tetap melanjutkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 30 mega watt (MW) di Tanjung Karang, walaupun sempat ditolak warga.
"Jika pembangunan PLTD di Tanjung Karang, Kota Mataram tidak dilanjutkan, maka tahun 2014 masyarakat siap-siap menghaapi kemungkinan pemadaman bergilir," katanya di Mataram, Rabu (. Ia mengakui, lokasi pembangunan PLTD di Tanjung Karang tersebut adalah kawasan wisata pantai, namun kebutuhan listrik bagi masyarakat lebih diutamakan.
Menurut dia, izin pembangunan LPTD tersebut bersifat sementara hanya empat tahun, sambil menunggu beroperasinya Ppembangkit listrik tenmaga uap (PLTU berbahan bakar batu bara Jeranjang, Lombok Barat dan setelah itu akan dihentikan.
Sebenarnya, kata Makmur, yang menolak pembangunan PLTD tersebut bukan warga Tanjung Karang, tetapi warga di luar wilayah tersebut, karena ada salah seorang pemilik tanah di lokasi tersebut yang tidak dibebaskan oleh PLN.
"Beberapa tahun sebelumnya masyarakat Kota Mataram hampir setiap hati menghadapi pemadaman listrik selama empat hingga lima jam, sehingga sangat mengganggu berbagai kegiatan baik di perkantoran maupun proyek. Kita tidak mau kejadian seperti terulang kembali," katanya.
Kepala Dinas Tata Kota Mataram H Supardi mengakui izin bangunan PLTD di Tanjung Karang, Ampenan tersebut hanya bersifat sementara dengan jangka waktu empat tahun.
Dia mengatakan, loksi pembangunannya berada di daerah pariwisata, namun sesuai ketentuan undang-undang semua yang menyangkut kepentingan umum diperbolehkan dan PLTD itu untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah ini.
Dalam Undang-Undang nomor 2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah demi Kepentingan Umum memperbolehkan penggunaan gardu, trasmisi dan pembangkit listrik di lokasi yang dibutuhkan.
Dalam surat yang dikirim pihak PLN pada Juli 2013 mengingatkan akan pentingnya pembangunan PLTD tersebut dan jika Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tidak dikeluarkan, maka tahun 2014 Kota Mataram terancam pemadaman karena kekurangn daya.
