LAMPUNG - Pembangunan transmisi listrik lajur Jalur Timur, Lampung 150 kV terhambat pembebasan lahan perkebunan PT Sugar Group Companies (SGC), perusahaan yang memproduksi gula putih dalam kemasan bermerek 'Gulaku'.
"Transmisi dari sistem Sumbagsel, jika itu terealisasi, sebenarnya mampu memperkuat sistem kelistrikan di Lampung sebesar 200 MW," kata General Manager PT PLN Wilayah Lampung I Made Artha, di Bandar Lampung, Jumat (6/9/2013).
Selain itu, lanjut dia, jaringan transmisi Lintas Timur ini juga mampu mengantisipasi ganggungan atau pemeliharaan pada transmisi 150 kV jalur Batu Raja-Bukit Kemuning Lampung.
Menurut Artha, pembangunan jaringan transmisi jalur Timur melalui Mariana Kayu-Gumawang Menggala-Seputih Banyak.
"Pembangunan baru terhenti sampai Gumawang-Menggala, karena terkendala pembebasan lahan pabrik gula, mereka tidak mau membebaskan lahannya," ujar Artha.
Jaringan transmisi Lintas Timur terlaksana sejak tahun 2011 ditargetkan beroperasi tahun 2016, dengan rencana kerja pembangunan tiga tahun tidak termasuk kendala pembebasan lahan.
