Notification

×

Perajin Tahu Tempe di Lampung Utara Gulung Tikar

09 September 2013 | 12:30 WIB Last Updated 2013-09-09T05:30:50Z

LAMPUNG - Harga kedelai yang terus meroket membuat puluhan perajin tahu tempe di Lampung Utara gulung tikar. Namun beberapa perajin terpaksa bertahan demi melayani masyarakat miskin.

Puluhan warga kampung perajin tahu tempe di Kelurahan Seribasuki, Kecamatan Kotabumi, Kota Lampung Utara ini sudah menghentikan aktifitasnya sejak tiga hari lalu. 

Perkampungan yang biasa ramai oleh aktifitas perajin menjelang siang hari kini sepi hanya terlihat sejumlah warga dan anak kecil bermain. Mayoritas alat penjemur tempe milik warga dibiarkan terbengkalai sejak kedelai menembus harga Rp9.500 rupiah per kilogram (kg).

Dari puluhan jumlah perajin tahu tempe ini hanya sedikit yang masih melakukan produksi jumlahnya pun terbatas. Perajin terpaksa masih membuat tahu tempe untuk melayani masyarakat miskin, agar tidak terlamapu banyak merugi pengrajin mengurangi jumlah bahan. 

Trik mengurangi bahan tahu tempe ini berisiko karena mayoritas pembeli mengeluh. "Harga jual tetap sama ukuran semakin kecil," kata salah satu pembeli, Senin (9/9/2013).

Perajin tahu tempe mengingatkan pemerintah segera menurunkan harga kedelai sebelum pengrajin beralih profesi. Harga kedelai tidak terkendali melonjak dari harga Rp7.500 per kg menjadi Rp9.500 sampai Rp10.500 per kg. Hal ini bukan saja merugikan namun lebih mengarah sengaja membuat bangkrut perajin.