![]() |
| Megawati Soekarnoputri |
JAKARTA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang juga Presiden Kelima RI mengharapkan agar bangsa Indonesia mengingat dan menghargai sejarah perjuangan proklamator Republik Indonesia, Soekarno, sekaligus ditetapkan sebagai Bapak Bangsa.
"Harapan ini saya sampaikan setelah saya membaca tulisan analisis di sebuah surat kabar yang mengusulkan sebaiknya saya menjadi Ibu Bangsa," kata Megawati kepada pers, usai pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan, di Jakarta, Jumat (6/9/2013).
Rakernas PDI Perjuangan diikuti oleh sekitar 1.330 kader meliputi jajaran pengurus DPP, DPD, maupun DPC PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia, serta kader senior maupun para kepala daerah dari PDI Perjuangan.
Menurut Megawati, dirinya merasa tersanjung setelah membaca tulisan analisis tersebut, namun ia menilai terlalu dini juga mengusulkan dirinya menjadi Ibu Bangsa.
"Status mulia tersebut lebih pantas jika diusulkan untuk proklamator kita, Bung Karno karena sejarah perjuangannya yang membawa Indonesia menjadi negara merdeka," katanya. Putri Bung Karno ini menyatakan, sejarah perjuangan Bung Karno sangat keras hingga mewujudkan Indonesia menjadi negara merdeka.
Megawati merasa sedih atas adanya langkah-langkah yang berupaya melupakan jasa Bung Karno yang terindikasi adanya satu generasi bangsa Indonesia yang dibuat untuk tidak mengenal Bung Karno beserta pikiran-pikirannya.
"Padahal, negara-negara besar di dunia bisa menjadi besar karena tidak melupakan akar sejarah dan pemimpinnya," katanya.
Megawati kemudian memberikan contoh China yang menjadi negara maju karena tidak melupakan pemimpinnya yakni mantan Presiden Deng Zhao Ping, yang menyatakan bahwa dirinya tidak mau dimasukkan ke musoleum yang sama dengan Mao Tse Tung.
"Deng Zhao Ping pernah mengatakan, tidak akan ada yang menyamai pendiri bangsa China Mao Tse Tung. Dia adalah bapak bangsa," ucap Megawati menirukan pernyataan Deng Zhao Ping.
Kalau China yang saat ini menjadi negara besar mengakui bapak bangsa, menurut Megawati, mengapa Bung Karno tidak bisa menjadi Bapak Bangsa Indonesia.
Megawati menegaskan, Soekarno sudah memprediksi sejak awal bahwa suatu saat akan terjadi krisis di Amerika dan Eropa.
"Sekarang kita lihat hal itu menjadi kenyataan. Kenapa tak beliau kita tetapkan sebagai Bapak Bangsa Indonesia," katanya.
Megawati menambahkan kalau dirinya mengusulkan agar Soekarno menjadi Bapak Bangsa Indonesia bukan berarti ingin mengkultuskan ayahnya, tapi ingin mendorong bangsa Indonesia menjadi bangsa yang menghargai sejarah perjuangan dan pemimpinnya.
"Apalagi gagasan dan pikiran Bung Karno masih relevan hingga saat ini," katanya.
