JAKARTA - Indonesian Police Watch (IPW) mengharapkan Ketua Komisi III DPR yang akan terpilih dan dilantik nanti, dapat membersihkan mafia proyek di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang hingga saat ini menjadi sorotan publik.
Ketua Komisi III diharapkan segera membersihkan mafia proyek di tubuh Polri dan membersihkan anggota Komisi III yang diduga ikut `cawe cawe` (ikut campur) dalam berbagai proyek pengadaan di tubuh Polri, kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Neta menilai berbagai proses proyek pengadaan di Polri tidak terlepas dari para anggota legislatif. Akibat manuver oknum-oknum legislatif tersebut, mafia proyek berkembang di tubuh Polri, katanya. Namun, dia menyayangkan ketegasan di tubuh Polri cenderung tidak ditemukan karena telah bekerja sama dengan oknum legislatif.
Akibatnya, dia mengatakan, banyak proyek-proyek yang janggal yang terjadi di Polri, seperti pengadaan ratusan mobil patroli Ford 2500 sampai 3000 cc dengan bahan bakar Pertamax Plus. Pengadaan ini janggal jika dilihat dari jatah bahan bakar dalam anggaran Polri, yakni hanya 10 liter Premium per hari, katanya.
Ia menyebutkan proyek lainnya, yakni pengadaan 900 ekor anjing seharga Rp125 juta per ekor yang dibeli dari Belanda dan ternyata tidak terlatih.
"Padahal, jika dibeli di dalam negeri, Polri sudah mendapat anjing yang terlatih dengan harga antara Rp10 juta hingga Rp25 juta per ekor," katanya. Karena itu, dengan terpilihnya Ketua Komisi III nanti diharapkan segera membersihkan praktik-praktik mafia proyek ini.
Neta mengaku yakin Ketua Komisi III yang menggantikan Pasek Suardika bisa membersihkan praktik-praktik mafia yang ada di Polri dengan kerja sama Kapolri Timur Pradopo dan Wakapolri Oegroseno.
"Kerja sama ini akan menjadi kerja sama ideal dalam mendorong perubahan signifikan di tubuh Polri," katanya. IPW juga berharap jika Ruhut Sitompul terpilih dan dilantik menjadi Ketua Komisi III tidak terlibat dalam praktik KKN dan proyek-proyek di Polri.
