BANDAR LAMPUNG - Hasil kunjungan kerja (kunker) sejumlah anggota DPRD Kota Bandar Lampung (Balam) ke Bali-Lombok patut dipertanyakan.
Pasalnya, ada perbedaan hasil kunjungan kerja antara yang disampaikan Ketua DPRD Kota Bandar Lampung Budiman AS dan Ketua Banleg DPRD Kota Wahyu Lesmono yang sama-sama berangkat ke Bali dan Lombok.
Menurut Budiman keberangkatan para anggota Banleg ke Bali dan Lombok mempelajari retribusi dan pariwisata di Bali dan Lombok untuk mengoptimalkan potensi pariwisata di Bandar Lampung, dengan tujuan peningkatan PAD.
"Kita lihat kondisi alam di Bandar Lampung tidak kalah menarik dengan Bali dan Lombok. Kita kesana untuk melihat bagiamana pengegloaan potensi pariwisata, maupun retribusi jasa pariwisata dan perdaganga mereka, agar bisa diaplikasikan di Bandar Lampung," kata Budiman melalui ponsel.
Salah satu hasil kunker, kata Budiman, yakni bagaimana nantinya DPRD akan mendorong pemerintah pusat, atau provinsi, agar Bandar Lampung memiliki bandara internasional sebagai penyangga pulau Sumatera
Namun Ketua Banleg DPRD Kota Bandar Lampung Wahyu Lesmono mengaku, keberangkatan Banleg DPRD Kota melihat situasi dan kondisi yang ada di kota tersebut terkait masalah HGB.
"Kami ke sana bukan soal pariwista, tapi soal HGB. Terkait HGB ini akan segera di perdakan. Karena HGB sangat penting, bagi para pedagang ,"ungkap Wahyu, melalui sambungan telepon wartawan, Senin (/9/2013)
Dia menjelaskan dalam memperdakan HGB, pihaknya berencana mengundang beberapa pihak seperti Satker terkait, Akademisi, dan pengusaha, sehingga dalam perda yang akan dibuat nanti akan terakomodir semuanya.
Perbedaan hasil kunker yang disampaikan Ketua DPRD dan Ketua Banleg DPRD Kota menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, dari infromasi yang dihimpun, anggota DPRD yang berangkat hanya lima orang. Sedangkan sisanya tidak berangkat, namun tetap masuk dan terdaftar dalam SPPD.
Budiman yang dikonfirmasi membantah jika dirinya tidak berangkat ke Bali dan Lombok.
"Ah tidak benar informasi itu, saya ini berangkat, semua yang berangkat ada 14 anggota DPRD," kata Budiman.
Senada dengan Wahyu Lesmono. Ia mengaku seluruh anggota Banleg DPRD Kota semuanya berangkat, hanya Wiyadi saja yang tidak.
"Semua berangkat, hanya Wiyadi saja yang tidak jalan. Ada softcopy dan buktinya," ungkap Wahyu.
