Notification

×

Dihadang Warga, Truk Batubara Kembali Beroperasi

08 September 2013 | 02:14 WIB Last Updated 2013-09-07T19:14:03Z

BENGKULU - Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kota Bengkulu Selupati menyatakan, sebanyak 140 unit truk pengangkut batu bara yang dihadang warga pada Jumat (6/9/2013), telah kembali beroperasi seperti biasa.

"Warga Kabupaten Bengkulu Tengah yang berbatasan dengan Kota Bengkulu memblokade jalan karena menuding jalan di daerah mereka menjadi rusak akibat dilintasi truk batu bara, sehingga sebanyak 140 kendaraan tertahan. Tapi setelah dilakukan negosiasi, akhirnya warga mengizinkan kendaraan tersebut lewat," kata dia, di Bengkulu, Sabtu (7/9/2013).

Selupati menuturkan kronologi kejadian berawal ketika warga memblokade jalan sejak Jumat siang dengan memarkirkan mobil dan sepeda motor untuk menghadang kendaraan yang lewat di jalan yang biasa dilintasi truk batu bara itu. Selain itu, warga juga menanam pohon pisang di jalan.

Kejadian itu di desa kabupaten tetangga, berbatasan dengan Kota Bengkulu. Saat jalan itu diblokade warga, para sopir truk berinisiatif untuk masuk jalan pusat Kota Bengkulu namun tidak diizinkan oleh personel Dinas Perhubungan setempat. Akhirnya truk itu tertahan di lokasi jalan yang diblokade warga, kata dia pula.

Truk yang tertahan itu menjadi terhalang untuk mengangkut batu bara dari tambang di Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah ke Pelabuhan Pulau Baai hingga tengah malam.

"Malam itu Dishub Kota bersama Dishub Kabupaten Bengkulu Tengah, Dishub Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu tengah berkoordinasi dengan Gubernur Bengkulu untuk mendapatkan solusi terbaik," katanya. Gubernur Bengkulu akhirnya melakukan negosiasi dengan masyarakat setempat yang memblokade jalan.

"Setelah negosiasi, akhirnya 140 kendaraan batu bara itu pada pukul 12.00 malam dapat kembali beroperasi, setelah warga setuju membuka blokade jalan, dan truk untuk sementara bisa melintasi jalan itu kembali," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Karang Taruna Desa Tengah Padang tempat warga memblokir jalan, Arwin Apendi mengungkapkan bahwa warga memblokade jalan itu karena pemerintah setempat belum menanggapi keluhan warga terkait kerusakan jalan di daerah tersebut.

"Kami sudah mengirimkan protes dan berharap pemerintah mendengarkan masalah ini, namun ternyata tidak ada tanggapan, padahal banyak pengguna kendaraan di sini yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak," kata Arwin.