Notification

×

BPPT Kembangkan Minyak Nabati untuk Pembangkit Listrik

16 September 2013 | 17:46 WIB Last Updated 2013-09-16T10:46:45Z

JAKARTA - Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material, Unggul Priyanto mengatakan pihaknya sedang mengembangkan teknologi 'Pure Plant Oil' (PPO) atau minyak nabati untuk bahan baku pembangkit listrik.

"BPPT sudah mengembangkan teknologi PPO untuk bahan bakar PLTD, yakni di Pauh Limo. Saat ini sedang dilakukan pengujian pada PLTG," ujar Unggul di Jakarta, Senin (16/9/2013).

Penggunaan PPO pada PLTD, lanjut dia, terbukti bagus hasilnya dan siap untuk menggantikan solar pada turbin gas PLTG.

"Prospek pemanfaatan PPO untuk pembangkit listrik dinilai sangat bagus, karena harga PPO jauh lebih murah dari harga solar. Lagipula, kebutuhan bahan bakar solar untuk pembangkit cukup besar," jelas dia.

Selisih harga solar dan minyak nabati mencapai Rp1.360. Sebagian besar pembangkit listrik milik PLN berbahan baku diesel.

"Terutama di pulau-pulau. Mau bangun PLTU, terlalu besar. Jadi solusinya PLTD."

Untuk itu, sambungnya, perlu dikembangkan perkebunan energi untuk ketersediaan minyak nabati.

"Kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada impor BBM. Penggunaan minyak nabati bisa jadi solusi untuk mengurangi impor BBM," tukas dia.