Notification

×

Hari Ini, Warga Lampung Utara Memilih Pemimpin

19 September 2013 | 07:00 WIB Last Updated 2016-01-04T04:31:06Z

LAMPUNG UTARA - Masyarakat di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) akan melakukan pencoblosan, guna memilih bupati dan wakil bupati setempat, Kamis (19/9/2013). Untuk itu, pihak KPU Lampura menghimbau kepada warga untuk menggunakan hak pilihnya di TPS. 

“Sebagai warga Lampung Utara yang sudah memiliki hak untuk memilih, saya harap dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik,” ujar Ketua KPU Lampung Utara, Hi. Marthon, SE, saat dikonfirmasi, Rabu (18/9/2013).

Bagi pemilih yang belum tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau tidak menerima undangan dan kartu pemilih, lanjut dia, tetap dapat menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) kepada petugas TPS.
                
“Jadi warga masyarakat tidak perlu khawatir hanya karena tidak memiliki kartu pemilih atau undangan,” jelasnya. Marthon juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan suasana kondusif dalam pelaksanaan pilkada Lampura. 

“Jangan ciderai pesta demokrasi ini dengan tindakan-tindakan anarkis,” imbaunya, seraya menambahkan bagi siapapun yang jadi pemenang dalam pilkada ini harus didukung dan dihormati bersama, karena itu adalah pemimpin yang dipilih rakyat.
                


Empat pasangan calon yang akan bertarung yakni, Agung Ilmu Mangkunegara-Paryadi, M. Yusrizal-Yoyot Sukarno, Kesuma Dewangsa dan Supeno serta Zainal Abidin-Anshori Djausal.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah panitia TPS terlihat sedang mempersiapkan tenda dan kelengkapan lainnya untuk TPS. Seperti terlihat di Kelurahan Tanjung Harapan, Rejosari, Sribasuki dan Kotabumi Ilir.
                
Ketua TPS 83 Kelurahan Rejosari Fy. Mardi Susanto berharap, pelaksanaan pemilihan bupati kali ini dapat berjalan dengan baik, aman dan kondusif. 

“Kami tidak ingin pelaksanaan pilkada di sini terjadi keributan yang berujung kerusuhan seperti di daerah lain, yang banyak kita saksikan melalui media elektronik akhir-akhir ini,” ujarnya lagi.
                
Hal senada juga diungkapkan oleh Sunadi Kepala Lingkungan V Kelurahan Sribasuki. 

“Kami hanya bisa berharap, seluruh komponen masyarakat dapat menghormati siapa pun nanti yang bakal jadi pemenangnya. Kita harus legawa, kalau pasangan calon yang kita dukung tidak di pilih oleh masyarakat,” sarannya.

Dari penelusuran, masing masing tim pendukung saling klaim bahwa pasangan calon bupati dan wakil bupati yang didukungnya akan memenangkan pilkada dalam satu putaran. Sementara ditingkat lapisan masyarakat bawah enggan berkomentar soal pilkada. 

“Saya tidak tahu, saya akan memilih sesuai dengan hati nurani nanti kalau sudah di dalam TPS,” ujar Sulastri yang di amini oleh Yuni, Erwanti, dan Supi Wagianti. (don/fik)