TANGGAMUS - Banjir bandang terjang permukiman warga di Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Banjir bandang terjadi pada Sabtu (14/9/2013) malam hingga Minggu dini hari telah merendam permukiman warga sejumlah pekon atau desa.
Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus Erlan Deni Saputra di Kota Agung, Minggu (15/9/2013) menyebutkan bahwa, beberapa permukiman warga yang terendam banjir akibat tanggul jebol itu, yakni Pekon/Desa Negara Batin, Desa Banjarmasin, dan Tanjung Agung.
"Warga di sana meminta dievakuasi melalui laut karena jalan darat rusak parah dan tergenang oleh banjir bandang," kata dia. Erlan menjelaskan, banjir itu membuat Sungai/Way Belu, Way Awi, dan Way Ngarip meluap sehingga mengakibatkan tanggul jebol hingga mengalami kerusakan mencapai sekitar 100 meter.
Sebelumnya, lanjut dia, kerusakan tanggul hanya mencapai 25 meter, dan hingga Minggu sore kerusakannya terus bertambah.
Erlan, mendampingi Kepala Dinas Sosial Tanggamus Faturrahman mengatakan lebih lanjut, pihaknya telah mendirikan dapur umum di halaman kantor kecamatan setempat serta menyiapkan bantuan untuk evakuasi.
Sementara itu pekon/desa lainnya, yakni permukiman warga di Pedukuhan Digul Pekon Tanjung Agung juga terancam terendam banjir, mengingat air hingga kini masih menggenangi desa tersebut.
Penduduk Banding Baru Pekon Ulu Belu hingga sore ini juga minta dievakusi karena air mulai merendam rumah mereka. Hingga saat ini sejumlah warga di sana sudah mengungsi ke daerah yang tidak terendam banjir dan di kantor kecamatan setempat.
Camat Kota Agung Firdaus menyebutkan, rumah-rumah warga di desa-desa Kota Agung Barat itu tergenang air banjir dan mengalami kerusakan namun belum bisa ditaksir kerugiannya. Tapi, lahan sawah yang ada di sana tingkat kerusakannya mencapai ratusan hektare.
Alat berat yang diharapkan masyarakat untuk memperbaiki jalan maupun tanggul baru tiba di lokasi banjir itu sekitar pukul 15.45 WIB dan mulai digunakan untuk membersihkan material akibat banjir. Khusus untuk Desa Tanjung Agung akses jalan darat tidak dapat dilewati karena air sungai masih cukup deras menerpa desa tersebut.
