BANDAR LAMPUNG - Dewan juri yang terdiri dari Dr Tisnanta SH MH, Budisantoso Budiman, dan Herdi Mansyah AIB memutuskan peraih penghargaan 'Saidatul Fitriah' 2013 untuk karya jurnalistik terbaik tahun 2013.
Untuk peraih Saidatul Fitriah Award 2013 itu adalah juara kembar/juara bersama, yaitu Ari Suryanto, jurnalis Harian Umum Radar Lampung dengan karya jurnalistik tentang bengkel jagal di RSU Dr H Abdul Moeloek Bandar Lampung yang menggunakan peralatan kurang memadai untuk instalasi forensiknya, dan Noval Andriansyah jurnalis Harian Umum Tribun Lampung dengan karya jurnalistik Mutiara yang terbuang.
Penghargaan itu diberikan pada malam penganugerahan 'Saidatul Fitriah' dan 'Kamaroeddin' 2013 sekaligus resepsi HUT AJI ke-19 di Kafe Dawiells Bandar Lampung, Sabtu (14/9/2013) malam.
Noval menuliskan secara berkelanjutan nasib Mutiara, bayi yang dibuang orang tuanya di toilet Stasiun Kereta Api Tanjungkarang dan kemudian diurus satu keluarga petugas Polsus KA. Namun setelah suaminya meninggal, ibu angkatnya (Pujiarti) itu mengalami sakit-sakitan dan akhirnya harus menyerahkan perawatan bocah itu ke sebuah panti di Jakarta.
Juri berpendapat, kendati secara kuantitas karya yang diikutkan untuk meraih Penghargaan Saidatul Fitriah Award 2013 ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, namun secara kualitas dinilai cukup membanggakan. Apalagi sebagian karya yang masuk adalah hasil kerja para jurnalis muda.
Ketua AJI Bandar Lampung Yoso Muliawan, didampingi Ketua Panitia Wandi B. Silaban menegaskan bahwa pemberian dua penghargaan yaitu bagi tokoh Lampung berpengaruh, dan karya jurnalistik terbaik yang diberikan mulai tahun 2008 itu, akan terus berlanjut diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi berbagai pihak juga untuk terdorong memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah ini.
"Bagi para jurnalis di Lampung khususnya juga diharapkan terus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dengan mengangkat berbagai persoalan publik di daerah ini agar dapat ditangani secara lebih baik," kata Yoso.
AJI Bandar Lampung menurut Yoso, akan terus mendorong kiprah para tokoh dimaksud maupun para jurnalis yang memberikan dampak positif dan besar bagi masyarakat luas di Lampung maupun secara nasional dan global.
Sementara, mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) daerah Lampung yang kini aktif di eksekutif nasional Walhi Jakarta, Mukri Friatna, meraih 'Penghargaan Kamaroeddin' 2013 yang diberikan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung.
Dewan Juri menilai adanya konsistensi dan kegigihan perjuangan Mukri Friatna terutama dalam pelestarian lingkungan hidup dan membela kepentingan masyarakat termasuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan serta mendorong kesiapsiagaan, kepedulian sosial publik dalam menghadapi bencana alam yang kerap terjadi di Lampung dan berbagai daerah di Indonesia.
Pada malam penganugerahan dua penghargaan dan resepsi HUT AJI di Bandar Lampung itu, ditampilkan pula puisi dan teater mini oleh Teater Satu pimpinan Iswadi Pratama.
