![]() |
| Bustami Zainudin |
WAY KANAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Way Kanan, Provinsi Lampung mengalokasikan penambahan anggaran bagi pelayanan kesehatan dalam APBD Perubahan 2013 yang disahkan hari ini oleh DPRD setempat sekitar Rp5 miliar.
"Untuk pelayanan kesehatan dari Jampersal, Jamkesmas, RSUD dan lain-lain nya ada kenaikan sekitar Rp5 miliar," ujar Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Waykanan Edward Anthony, Jumat (13/9/2013).
Namun demikian, kata Edward didampingi Kepala Bidang Anggaran Kusuma Anakori, kebijakan pemerintah pusat juga mempengaruhi penambahan anggaran untuk kesehatan di daerah tersebut.
"Tadinya sekitar Rp2 miliar, dengan adanya kenaikan menjadi sekitar Rp7,2 miliar," ujar dia menjelaskan. Bupati Waykanan Bustami Zainudin, sambung Edward, berharap peningkatan anggaran kesehatan bisa memperbaiki pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah yang dicanangkan sebagai 'Bumi Petani' itu.
"Hitung-hitungannya sudah jelas. Peningkatan anggaran diharapkan bisa menopang pelayanan kesehatan menjadi lebih baik," kata Edward.
Sejumlah warga, anggota legislatif dan organisasi pers di daerah itu seringkali meminta badan publik yang melayani kesehatan masyarakat di daerah itu seperti RSUD ZA Pagar Alam untuk memperbaiki pelayanan dan fasilitas yang ada.
Terkait perbaikan pelayanan diharapkan tersebut, Direktur RSUD ZA Pagar Alam Raden Heru Susanto beberapa kali berjanji akan melakukan pembenahan internal yang diharapkan, baik pelayanan dan etika, sehubungan hal itu sejalan dengan kebijakan pemimpin daerah itu.
Berkenaan dengan penambahan anggaran bagi pelayanan kesehatan termasuk instansinya, Heru menyatakan berterimakasih.
"Penambahan ini bukan saya yang meminta, tapi jeritan masyarakat. Alhamdulillah di dengar," kata Heru.
Bupati Bustami Zainudin didampingi Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Anang Risgiyanto menegaskan bidang kesehatan merupakan program prioritas di daerah itu sehingga hari Senin ditetapkannya sebagai Hari Kesehatan Bangkit.
"Itu karena tujuan pembangunan kesehatan menurut bupati adalah terselenggaranya upaya kesehatan masyarakat yang adil, merata, terjangkau dan bermutu. Kemudian tersedianya dana kesehatan dalam jumlah yang cukup, teralokasi secara adil, merata dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna," ujar bupati.
