BANDAR LAMPUNG - Warga Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, mengharapkan pemerintah dan PT Pertamina segera menggelar operasi pasar (OP) elpiji untuk mengatasi kesulitan mendapatkan bahan bakar gas itu.
"Operasi pasar itu diperlukan agar dapat menekan kenaikan harga elpiji melambung dan sulit diperoleh seminggu terakhir," kata Lusi, salah seorang warga Sukarame, Bandar Lampung, Selasa (14/5/2013).
Ia mengatakan, pengurus rukun tetangga (RT) di tempat tinggalnya sebenarnya telah mendata jumlah rumah tangga pengguna elpiji kemasan tiga kilogram (kg), agar mereka bisa mendapatkan bahan bakar itu saat OP elpiji digelar.
"Informasi yang kami terima, setiap keluarga akan mendapatkan elpiji kemasan tiga kilogram seharga Rp16.000. Kapan pelaksanaan itu, belum tahu. Tapi sudah didata RT," katanya.
Warga lainnya mengharapkan OP elpiji karena harganya sudah dinilai melapaui batas wajar, yaitu antara Rp22.000 hingga Rp35.000 per tabung. Padahal harga normalnya berkisar Rp15.000 sampai Rp16.000.
Di beberapa kabupaten di Lampung seperti Kabupaten Lampung Selatan harga elpiji dalam tabung 3 kg mencapai Rp40.000. Sedangkan elpiji kemasan 12 kg harganya Rp100.000 hingga Rp110.000, padahal harga normal adalah Rp75.000 sampai Rp78.000.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Provinsi Lampung Arinal Junaidi mengatakan, kelangkaan elpiji kemasan tiga kg beberapa pekan terakhir bukan akibat tidak adanya persediaan. Tetapi diduga peruntukan elpiji tersebut disalahgunakan.
