Notification

×

Tak Ada Bukti, Kasus Pemukulan Terancam SP3

15 May 2013 | 21:51 WIB Last Updated 2016-07-31T11:11:23Z

BANDAR LAMPUNG - Polresta Bandar Lampung mengaku masih kesulitan mencari alat bukti dalam perkara pemukulan pegawai negeri sipil (PNS) Achmad Munawar, yang diduga dilakukan oleh Doddy Anugrah, adik dari Bupati Pesawaran Aries Sandi.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Nurochman mengutarakan, penyidik belum menetapkan satu orang pun sebagai tersangka karena belum cukup bukti. “Kami masih mencari alat bukti,” kata dia kepada wartawan, Rabu (15/5/2013).

Hal yang mengganjal bagi penyidik, papar Nurochman, tidak adanya keterangan saksi yang mendukung. Ia mengatakan, saksi Amri yang menurut korban melihat kejadian, tidak mengaku melihat adanya pemukulan ketika memberikan keterangan dalam berkas acara pemeriksaan (BAP).

Mantan Kapolres Metro ini mengatakan, polisi menyatakan seseorang sebagai tersangka itu harus ada alat bukti. Dalam mencari alat bukti, lanjut Nurochman, penyidik membutuhkan pembuktian dan fakta hukum.

Perkara ini pun terancam tidak berlanjut. Ini dikarenakan, sudah sebulan sejak kasus ini dilaporkan, polisi tidak juga memiliki alat bukti yang cukup untuk menjerat Doddy sebagai tersangka.

Menurut Nurochman, jika polisi memang tidak menemukan alat bukti, maka akan mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Namun, jika memang dikeluarkan SP3, papar Nurochman, bukan berarti perkara itu selesai.

Ia mengutarakan, penyidik mempunyai waktu selama 20 tahun untuk menyelesaikan penanganan tindak pidana. jika dalam waktu 20 tahun itu ada bukti baru, terang Nurochman, maka kasus tersebut bisa dibuka kembali.

“Tapi kami belum mengeluarkan SP3 itu. SP3 dikeluarkan jika memang penyidik tidak menemukan alat bukti. Kami masih berusaha mencari saksi yang mengaku melihat pemukulan itu,” ucap Nurochman.

Achmad Munawar Utama, pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Pesawaran, mengaku mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka korupsi Doddy Anugrah. Akibat pemukulan itu, Munawar sempat dirawat di Rumah Sakit.

Munawar menuturkan, pemukulan terhadap dirinya terjadi Minggu (7/4/2013) pagi di rumah temannya bernama Amri yang terletak di jalan Sultan Badaruddin, Segala Mider, Tanjungkarang Barat. 

Menurut Munawar, pemukulan terjadi dilaterbelakangi kesaksiannya di Pengadilan Negeri Tanjungkarang Kamis (4/4/2013) lalu. Munawar menjadi saksi perkara tindak pidana korupsi pengadaan kendaraan dinas Bupati Pesawaran.