![]() |
| M Nurrochman |
BANDAR LAMPUNG - Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi Senin (13/5/2013) malam, yang menghanguskan sebuah rumah serta menewaskan satu orang di Kampung Sawah Tanjungkarang Timur, Bandarlampung (Balam).
"Kami masih mengidentifikasi penyebab kebakaran, masih mencari keterangan dari beberapa warga setempat," kata Kapolresta Bandarlampung Kombes M Nurrochman, Selasa (14/5/2013).
Ia mengatakan pula bahwa polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian. Kondisi rumah yang juga toko kelontongan itu hangus.
Menurut keterangan salah satu warga setempat Supriyati (40), kebakaran itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, Senin malam. "Penyebab pastinya masih simpang siur, tapi yang saya liat api membesar dan berwarna biru membumbung di atas atap bagian dapur," katanya.
Dia menambahkan, warga sempat berusaha menyelamatkan beberapa dagangan di rumah sekaligus dijadikan toko itu, namun akhirnya berhenti mengevakuasi sejumlah barang ketika mendengar ledakan-ledakan.
"Kami semua ketakutan mendengar ledakan keras," ujarnya. Berdasarkan keterangan warga setempat, Endang Kristinawati (45) tewas saat berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air dari kamar mandi, tetapi korban terbakar dan tidak dapat terselamatkan.
Supriyati menambahkan korban adalah sanak keluarga pemilik rumah yang dijadikan toko kelontongan tersebut.
"Yang saya ketahui, warung itu sorenya baru saja mengisi ulang sejumlah tabung gas, bensin dan beberapa kebutuhan warung lainnya," kata Supri. Barang dagangan beserta uang diperkirakan Rp10 juta dan harta benda lainnya ludes dilalap si jago merah.
Dia mengatakan api merambat begitu cepat, diperkirakan 15 menit api sudah membakar rata rumah tersebut. "Pemadam kebakaran baru datang setelah 20 menit kebakaran itu terjadi, api jadi lambat dihentikan karena isi tanki mobil pemadam kebakaran tidak penuh sehingga harus pulang pergi sampai beberapa kali," kata dia. Sejumlah korban lainnya masih di rawat di rumah sakit terdekat.
"Kami masih mengidentifikasi penyebab kebakaran, masih mencari keterangan dari beberapa warga setempat," kata Kapolresta Bandarlampung Kombes M Nurrochman, Selasa (14/5/2013).
Ia mengatakan pula bahwa polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian. Kondisi rumah yang juga toko kelontongan itu hangus.
Menurut keterangan salah satu warga setempat Supriyati (40), kebakaran itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, Senin malam. "Penyebab pastinya masih simpang siur, tapi yang saya liat api membesar dan berwarna biru membumbung di atas atap bagian dapur," katanya.
Dia menambahkan, warga sempat berusaha menyelamatkan beberapa dagangan di rumah sekaligus dijadikan toko itu, namun akhirnya berhenti mengevakuasi sejumlah barang ketika mendengar ledakan-ledakan.
"Kami semua ketakutan mendengar ledakan keras," ujarnya. Berdasarkan keterangan warga setempat, Endang Kristinawati (45) tewas saat berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air dari kamar mandi, tetapi korban terbakar dan tidak dapat terselamatkan.
Supriyati menambahkan korban adalah sanak keluarga pemilik rumah yang dijadikan toko kelontongan tersebut.
"Yang saya ketahui, warung itu sorenya baru saja mengisi ulang sejumlah tabung gas, bensin dan beberapa kebutuhan warung lainnya," kata Supri. Barang dagangan beserta uang diperkirakan Rp10 juta dan harta benda lainnya ludes dilalap si jago merah.
Dia mengatakan api merambat begitu cepat, diperkirakan 15 menit api sudah membakar rata rumah tersebut. "Pemadam kebakaran baru datang setelah 20 menit kebakaran itu terjadi, api jadi lambat dihentikan karena isi tanki mobil pemadam kebakaran tidak penuh sehingga harus pulang pergi sampai beberapa kali," kata dia. Sejumlah korban lainnya masih di rawat di rumah sakit terdekat.
