![]() |
| Kherlani |
PESISIR BARAT - Kasus perselingkuhan yang kian marak di Kabupaten Pesisir Barat, direspons serius oleh Pj. Bupati Kherlani. Salah satunya dengan meningkatkan sinergitas antara aparat pemerintahan dengan tokoh agama maupun adat.
Dikatakan Kherlani, kasus perselingkuhan memang bisa terjadi dimana saja. Tidak hanya di pesisir. "Kebetulan yang sering terungkap di Pesisir Barat. Upaya kami untuk menekan itu tentunya akan diintensifkan. Terlebih perselingkuhan adalah penyakit yang menjangkiti masyarakat. Karena dia penyakit jadi harus diobati," ujarnya usai mengikuti ekspose perkara perampokan di Mapolres Lampung Barat (Lambar), Kamis (16/5/2013).
Kherlani menekankan agar masing-masing individu meningkatkan rasa keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan. "Masyarakat juga harus dibina oleh alim ulama dan lainnya. Kami tentu menggandeng mereka untuk menekan itu," paparnya.
Terakhir, kasus perzinahan atau perselingkuhan terjadi di Kelurahan Pasarkrui, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat pada Senin (13/5/2013) lalu sekitar pukul 19.30 WIB. Itu terjadi antara Hawani, pemilik warung nasi dengan seorang lelaki paruh baya bernama Yul. Kejadian tersebut kian menambah daftar perselingkuhan yang kerap terjadi di Pesisir Tengah sejak awal tahun 2013.
