![]() |
| Herman HN |
BANDAR LAMPUNG - Wali Kota Bandar Lampung Herman HN akan menindak tegas tenaga honorer K2 yang terbukti memalsukan data, yakni dengan mencoret keempat nama tersebut dari daftar.
Hal itu dikatakan Herman untuk menyikapi temuan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bandar Lampung di mana ada empat tenaga honorer K2 yang bermasalah karena memalsukan data.
Namun, Herman meminta agar permasalahan ini dikaji lagi lebih mendalam. Jadi, bisa dibuktikan apakah ada pemalsuan data atau tidak.
"Kalau tidak sesuai dengan hasil verifikasi data harus dicoret. Tapi, sebaiknya hal ini dikaji ulang lebih dalam, apakah benar bermasalah atau tidak," kata Herman yang ditemui seusai acara silaturahmi dengan kader posyandu di Gedung PKK, Bandar Lampung, Kamis (30/5/2013).
Herman menegaskan, jangan sampai ada nama tenaga honorer K2 bermasalah yang masuk ke dalam daftar calon pegawai negeri sipil (CPNSD). Sementara yang tidak bermasalah malah dicoret dari daftar.
"Dalam verifikasi data ini, pihak BKD harus benar-benar selektif. Jangan sampai ada yang salah, dan tidak ada yang bermain uang. Jika kedapatan, maka akan langsung terkena sanksi tegas," tandasnya.
Dalam rapat dengar pendapat (hearing) dengan Komisi A DPRD Bandar Lampung, Rabu (29/5), BKD mengungkapkan ada empat nama tenaga honorer K2 yang terindikasi bermasalah karena diduga memalsukan data. Namun, BKD belum bisa membeberkan nama-nama tersebut karena masih akan ditelusuri lebih lanjut.
Dari data yang dihimpun oleh BKD, terdapat 1.164 tenaga honorer K2 di Pemkot Bandar Lampung. Setelah diseleksi, diperoleh 998 nama, di mana empat orang di antaranya terindikasi bermasalah.
