![]() |
| Berlian Tihang |
LAMPUNG - Kendati belum tahu akan menggunakan 'perahu' apa yang akan mendukungnya berlaga pada pemilihan gubernur (Pilgub) Lampung mendatang, namun Berlian Tihang (BTH) terus menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik maupun organisasi kemasyarakatan untuk persiapannya.
"Kami masih menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik maupun organisasi kemasyarakatan. Ya, kita lihat nantilah,” ujar pria yang juga Sekretaris Provinsi Lampung itu, saat ditemui di acara puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ke- 40, di tempat pelelangan ikan (TPI), Lempasing, Sabtu (25/5/2013).
“Ya, semoga mendapatkan perahu. (Saya) tetap (memilih) melalui jalur partai, penjaringannya juga belum dimulai. (Saya) siap maju lewat PDIP,” tegas mantan kepala dinas bina marga itu.
Sementara, Ketua DPD HNSI Provinsi Lampung Marzuki Yazid mengungkapkan, pada prinsipnya HNSI Provinsi Lampung mendukung cagub yang memperhatikan dan peduli terhadap kaum nelayan. Itu karena HSNI memiliki politik nelayan yang memperjuangkan nelayan menjadi sehat, berpendidikan dan sejahtera.
"HNSI sendiri bukan organisasi yang berada di dalam sebuah naungan salah satu parpol, tetapi suatu lembaga yang independenan. Pandangan politik kami tidak kemana-mana, tetapi keberadaan HNSI juga ada dimana-mana,” ujanya.
Disinggung siapakah cagub yang akan mendapatkan dukungan dari wadah nelayan ini, menurut Marzuki, pihaknya akan mendukung cagub yang dalam setiap momen HNSI selalu hadir. "Ya, teman-teman kan tahu siapa cagub yang di setiap acara HNSI hadir jika diundang,” ujar Marzuki.
Menurut dia, kelak cagub yang akan memimpin Lampung lebih mengutamakan masyarakat kalangan bawah.
"Sebab, ada tiga pilar yakni nelayan, perkebunan dan pertanian menjadi faktor yang harus dikedepankan oleh pemimpin Lampung mendatang," tuturnya.
Diketahui, sejumlah calon gubernur Lampung selain Berliaj Tihang, yang berencana akan mengikuti pilgub Lampung mendatang di antaranya, Joko Umar Said, Mukhlis Basri, Herman HN, Rido Ficardo, Alzier Dianis Tabranie dan Riswan Tony. Selanjutnya, Amalsyah Tarmizi, Zulkifli Anwar, Adurachman Sarbini, Gufron Azis Fuadi, Gunadi Ibrahim dan Zainudin Hasan. (ade/fik)
"Kami masih menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik maupun organisasi kemasyarakatan. Ya, kita lihat nantilah,” ujar pria yang juga Sekretaris Provinsi Lampung itu, saat ditemui di acara puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ke- 40, di tempat pelelangan ikan (TPI), Lempasing, Sabtu (25/5/2013).
“Ya, semoga mendapatkan perahu. (Saya) tetap (memilih) melalui jalur partai, penjaringannya juga belum dimulai. (Saya) siap maju lewat PDIP,” tegas mantan kepala dinas bina marga itu.
Sementara, Ketua DPD HNSI Provinsi Lampung Marzuki Yazid mengungkapkan, pada prinsipnya HNSI Provinsi Lampung mendukung cagub yang memperhatikan dan peduli terhadap kaum nelayan. Itu karena HSNI memiliki politik nelayan yang memperjuangkan nelayan menjadi sehat, berpendidikan dan sejahtera.
"HNSI sendiri bukan organisasi yang berada di dalam sebuah naungan salah satu parpol, tetapi suatu lembaga yang independenan. Pandangan politik kami tidak kemana-mana, tetapi keberadaan HNSI juga ada dimana-mana,” ujanya.
Disinggung siapakah cagub yang akan mendapatkan dukungan dari wadah nelayan ini, menurut Marzuki, pihaknya akan mendukung cagub yang dalam setiap momen HNSI selalu hadir. "Ya, teman-teman kan tahu siapa cagub yang di setiap acara HNSI hadir jika diundang,” ujar Marzuki.
Menurut dia, kelak cagub yang akan memimpin Lampung lebih mengutamakan masyarakat kalangan bawah.
"Sebab, ada tiga pilar yakni nelayan, perkebunan dan pertanian menjadi faktor yang harus dikedepankan oleh pemimpin Lampung mendatang," tuturnya.
Diketahui, sejumlah calon gubernur Lampung selain Berliaj Tihang, yang berencana akan mengikuti pilgub Lampung mendatang di antaranya, Joko Umar Said, Mukhlis Basri, Herman HN, Rido Ficardo, Alzier Dianis Tabranie dan Riswan Tony. Selanjutnya, Amalsyah Tarmizi, Zulkifli Anwar, Adurachman Sarbini, Gufron Azis Fuadi, Gunadi Ibrahim dan Zainudin Hasan. (ade/fik)
