Notification

×

Awas, Tidak Kebagian Perahu Pilgub Lampung !

31 May 2013 | 15:18 WIB Last Updated 2016-01-04T04:35:55Z
oleh Beni Baral Yulianto (Jurnalis Tribun Lampung)

KONSTELASI politik menyambut Pilgub Lampung 2013 mulai menghangat. Bermula ketika pasangan Amalsyah-Gunadi menyatakan maju melalui jalur independen, semua seolah bergegas mengambil langkah dalam Pilgub 2013.

Calon yang akan maju, bisa melalui jalur perseorangan atau memilih jalur parpol. Jalur perseorangan resmi ditutup Rabu (29/5/2013), dan hanya ada satu pasang yang lolos dalam verifikasi awal KPU yakni pasangan mantan komandan korem 043 Garuda Hitam, Kol CZI Amalsyah Tarmizi dan ketua DPD Gerindra Lampung Gunadi Ibrahim. Dengan demikian, calon lain hanya memiliki satu peluang untuk maju, yakni dari perahu parpol. 

Sesuai ketentuan kuota 15 persen kursi, hanya Partai Demokrat yang memenuhi kuota satu perahu penuh. Partai ini tidak banyak dilirik calon. Hal ini wajar, karena ada dua tokoh yang digadang-gadang dari parpol ini, yakni ketua DPD Partai Demokrat Lampung M Ridho Ficardo, dan anggota DPR RI Zulkifli Anwar.

Walikota Bandar Lampung Herman HN, menyebutkan kemungkinan ia mendaftar di Partai besutan SBY ini tidak lebih dari 5 persen. Hal ini tentu karena perhitungan politis dua punggawa partai ini akan maju.

Sementara parpol lain, Gerindra yang memiliki tujuh kursi mengikhlaskan hangus, demi mendukung Gunadi dari jalur Independen. PKS, memiliki calon kuat untuk diusung, yakni ketua DPW PKS Lampung Gufron Azis Fuadi. PPP, meski membuka penjaringan, mengingat pengalaman Pilgub sebelumnya, dan kedekatan partai ini dengan ketua DPD I Partai Golkar, hampir dapat dipastikan PPP berkoalisi dengan Golkar mengusung Alzier.

Partai lain, Hanura, konstelasi politik di internal partai ini masih "bimbang". Seiring dengan kisruh pemilihan ketua DPD-nya, Hanura kurang dilirik Cagub. Meski demikian, kemungkinan mengusung Alzier sangat terbuka, mengingat kedekatan ketua DPD Partai Hanura Albertus Haryono yang juga mantan politisi Partai Golkar, dengan Alzier.

PKB, masih terbuka dengan calon, namun sejarah juga mencatat, partai ini dalam Pilgub sebelumnya mengusung Alzier. Hal yang mungkin saja berulang. Partai Golkar, memiliki dua calon yang bersaing di internal partai, yaitu Alzier dan Riswan Tony DK. Hampir tidak mungkin, ada calon lain yang mencoba mendekati partai ini untuk menggeser keduanya. PAN, meski ketua DPW PAN, Abdurrahman Sarbini dikabarkan akan maju, di partai ini pula, adik sekjen PAN, Zulkifli Hasan, Zainudin Hasan menyatakan diri akan ikut meramaikan Pilgub Lampung. Wajar jika kemudian belum ada calon yang berani melamar partai ini.

Hanya tersisa, PKPI dan PBB. Dua partai ini, kemungkinan akan menjadi parpol pendukung. Cukup berkoalisi dengan PKPI, PDIP sudah bisa mengusung satu calon. Partai yang tidak duduk di parlemen, atau partai nol koma (Parnoko) dengan dikomandoi Thomas Rizka menyatakan mendukung Herman HN.

Tinggal PDIP, partai yang masih terbuka. Setelah ketua DPD PDIP, Sjachroedin ZP tidak dapat mencalon lagi karena sudah dua kali menjabat, partai ini kini menjadi rebutan. Joko Umar Said, Mukhlis Basri, Herman HN, Berlian Tihang, merupakan nama-nama yang berebut perahu PDIP.

Herman HN sudah menebar jaring dari lama. Jika survey dilakukan DPP PDIP, Herman, dan Berlian memiliki peluang besar. Sementara, Joko memiliki basis massa yang loyal, dari kalangan petani dan nelayan. Mukhlis Basri, meski baru-baru menyatakan kesiapan maju Pilgub, namun Bupati Lampung Barat ini dikabarkan memiliki kedekatan dengan orang-orang DPP PDIP. Selain sebagai ketua DPC, Mukhlis juga kader PDIP yang sudah mengakar sejak lama.

Borong Perahu
Ada indikasi Borong perahu dalam Pilgub Lampung 2013. Kekhawatiran ini disampaikan Amalsyah ketika mendaftar dari jalur independen. Meski dengan berseloroh, Amalsyah menyebutkan indikasi tersebut semakin menguat. Karena itu, ia memilih jalur independen.

Siapa kandidat Borong Perahu? Tidak dapat dipungkiri, modal politik bisa memutar balik dukungan. Bagaimana Mukhlis Basri memborong hampir seluruh parpol ketika maju Pilbup Lampung barat membuat pesaingnya tidak kebagian perahu. Hal ini bisa saja terjadi dalam Pilgub Lampung 2013.

Tapi, untuk Pilgub apakah Mukhlis mampu memborong perahu? Masih ada Herman HN dan Berlian Tihang yang modal politiknya katanya kuat. Yang pasti, PDIP tidak mungkin mengusung seluruh pendaftar dalam Pilgub 2013, jika empat Cabup mendaftar di PDIP, maka tiganya harus siap tersingkir. Ketika tiga tersingkir, kemana mereka harus mencari perahu? Saat Demokrat sudah menentukan calon. Golkar sudah memiliki calon, maka ada peluang calon tidak kebagian perahu. (*)