Notification

×

443 Pelajar SMP Lampung Tak Lulus UN

31 May 2013 | 17:06 WIB Last Updated 2013-05-31T18:25:06Z
M Nuh
LAMPUNG - Di Provinsi Lampung, sebanyak 443 siswa setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dinyatakan tidak lulus ujian nasional (UN) 2013. Rinciannya, 274 siswa SMP, 136 siswa MTs  dan 33 siswa SMP terbuka.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lampung, Tauhidi didampingi Sekretaris Disdik Siti Maidasuri saat konferensi pers di ruang kerjanya, Jumat (31/5/2013) mengatakan, tidak lulusnya siswa SMP pada tahun ini dianggap kategori sangat banyak dibandingkan tahun lalu yang masuk angka 201 tidak lulus.

"Disarankan, apabila ingin lulus UN maka 443 siswa tersebut harus mengikuti ujian paket B pada 1 Juli mendatang. Saya berharap mereka bisa mengikuti ujian paket B," ujar Tauhidi.


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) mengumumkan hasil Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari total 3.667.241 siswa SMP yang terdaftar sebagai peserta UN SMP, 3.650.325 siswa yang dinyatakan lulus.

"Peserta UN saat ini ada 3.667.241. Yang dinyatakan lulus sebanyak 3.650.325 (99,55 persen) dan tidak lulus sebanyak 16.616 (0,45 persen)," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), M Nuh dalam keterangan persnya di kantornya, Jakarta, Jumat (31/5/2013).

Menurut Nuh, jika dilihat dari persentasi tingkat kelulusan tahun 2013 ini yang mencapai 99,55 persen, angka kelulusan siswa tingkat SMP mengalami penurunan karena pada tahun 2012 tercatat ada 99,57 persen siswa SMP yang dinyatakan lulus.

"Ada penurunan 0,02 persen. Saya kira kalau turun 0,00 masih biasa saja," imbuhnya.

Meski begitu, M Nuh mengimbau kepada seluruh siswa SMP yang dinyatakan tidak lulus untuk tidak patah semangat karena masih ada kesempatan untuk memperbaikinya lewat ujian paket B.

Selain itu untuk siswa SMP yang dinyatakan lulus diharapkan terus meningkatkan semangatnya di jenjang berikutnya.

"Jangan terlalu hura-hura. Tapi tahun ini sudah bagus, anak-anak lebih simpatik, merayakan kelulusan dengan aksi-aksi sosial," ucapnya.