LAMPUNG - PT Pertamina (Persero) Marketing & Operation Region II Sumatera Bagian Selatan telah menyalurkan gas atau elpiji 3 kg untuk wilayah Provinsi Lampung di atas normal rata-rata penyaluran harian berdasarkan kuota, sehingga masyarakat tak perlu panik.
"Rencana perubahan harga jual elpiji telah secara resmi dibatalkan pemerintah sampai dengan waktu yang belum ditentukan. Namun, pembatalan kebijakan ini tidak diikuti dengan keadaan normal atas kondisi 'panic buying' terhadap konsumsi elpiji, terutama ukuran tabung 3 kg di masyarakat, khususnya di Provinsi Lampung," kata External Relation PT Pertamina (Persero) Marketing & Operation Region II Roberth MV Dumatubun dalam penjelasan tertulis di Bandarlampung, Selasa (30/4/2013).
Menurut dia, Pertamina Marketing & Operation Region II Sumbagsel merasa perlu untuk memberikan informasi dan klarifikasi terhadap pemberitaan salah satu media massa cetak nasional pada Senin (29/4) tentang "Elpiji 3kg Menghilang di Lampung", agar masyarakat tidak khawatir sekaligus menjadi klarifikasi resmi dari Pertamina.
Roberth menjelaskan, penyaluran elpiji 3 kg di wilayah Provinsi Lampung telah disalurkan melebihi dari penyaluran normal berdasarkan kuota elpiji 3kg dari pemerintah.
Penyaluran elpiji 3kg di Provinsi Lampung dalam metrik ton (MT) realisasinya sampai dengan April 2013 adalah 31.991 MT dari kuota seharusnya sampai dengan April itu adalah 29.310 MT.
Kuota elpiji 3kg untuk Lampung pada 2013 adalah 87.931 MT, dan secara persentase sampai dengan April ini telah disalurkan sebesar 109,1 persen.
Berkaitan dengan pendistribusian elpiji 3kg di wilayah Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, dan sekitarnya, menurut dia, Kecamatan Sidomulyo adalah kecamatan sentral yang menopang beberapa desa di wilayah kecamatan tersebut dan melingkupi wilayah yang cukup luas.
Di wilayah tersebut, terdapat 4 (empat) agen elpiji yang ditunjuk untuk melayani pendistribusian elpiji 3kg, antara lain agen PT Makram Aryam Pratama sebanyak sekitar 4,5 truk per minggu (2.800 tabung), PT Hasil Bumi Sumber Alam sebanyak sekitar dua truk per minggu (1.120 tabung), PT Vigel Putra Mandiri sebanyak dua truk per minggu (1.120 tabung), dan PT Alam Hijau Asri sebanyak dua truk per minggu (1.120 tabung).
Menurut Roberth, walaupun dengan empat agen yang melayani, dikarenakan jarak dan luasnya area tersebut, maka masih diperlukan lembaga penyalur yang dapat menyalurkan sampai dengan ke ujung wilayah tersebut yang masih belum maksimal terjangkau oleh agen eksisting.
Dia menegaskan bahwa kuota elpiji 3kg untuk wilayah Provinsi Lampung yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat pada tahun 2013 adalah sebesar 87.931 Metrik Ton per tahun, dan angka ini mengalami penurunan sekitar 1,2 persen dari kuota LPG tahun 2012.
Pertamina mengharapkan dukungan dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung, dalam hal ini kepala daerah sebagai pemegang otorisasi dan kewenangan untuk dapat mengajukan usulan permintaan penambahan kuota elpiji 3kg kepada pemerintah pusat guna memenuhi kebutuhan riil elpiji 3kg di masyarakat.
Menurut dia, hingga saat ini Pertamina terus mendistribusikan elpiji 3kg di masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan mengharapkan agar masyarakat turut mengawasi dan mewujudkan pendistribusian elpiji 3kg yang tepat sasaran hanya untuk masyarakat yang berhak.
Pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe atau pelaku usaha lain yang beromzet di atas Rp1 juta per hari diimbau untuk tidak menggunakan elpiji 3kg.
Selain itu, Pertamina juga mengimbau agar pedagang pengecer elpiji tidak menentukan harga jual elpiji 3kg jauh melebihi harga eceran rertinggi (HET) yang telah ditentukan pemerintah setempat.
"Diharapkan dengan bantuan media massa dan pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Provinsi Lampung dalam rangka mendukung pendistribusian elpiji 3kg yang tepat sasaran, masyarakat tidak menemui kesulitan dalam mendapatkan isi ulang elpiji 3kg, dan mengonsumsinya dengan baik dan benar," kata Roberth MV.
