Notification

×

Trauma, Ribuan Keluarga Petambak Mengungsi

17 March 2013 | 17:45 WIB Last Updated 2016-07-31T12:12:16Z
Dapur kemanusiaan PT Central Pertiwi Bahari. (ist)
 
TULANGBAWANG -
Ribuan keluarga petambak yang terdiri dari para perempuan dan anak-anak memilih mengungsi di Gedung Olahraga PT. CPB, Sabtu (16/3/2013) malam hingga Minggu (17/3/2013). 

Mereka khawatir dengan terulangnya bentrok berdarah susulan yang terjadi di tambak udang Rawajitu Bratasena PT CPB, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, antara petambak plasma peduli kemitraan (P2K) dan karyawan PT. Central Pertiwi Bahari (CPB) dengan petambak plasma Forum Silaturahmi (Forsil), yang berakibat empat korban tewas dan 29 mengalami luka.

Keluarga para petambak ini masih trauma dengan bentrokan bahkan 613 karyawan PT. CPB diungsikan ke Central Housing Desa Adiwarna, Tulangbawang.

Akibatnya lokasi tambak terlihat lengang hanya tampak beberapa rumah para petambak yang mengalami rusak parah jadi sasaran saat terjadi bentrokan.

Menurut Head Of Legal PT. CPB Nyoman Sunardyana, diperkirakan penyerangan yang dilakukan Forsil terhadap karyawan PT. CPB sudah direncanakan, karena saat terjadi bentrokan Forsil sudah membawa bambu runcing, golok dan celurit mengepung karyawan PT. CPB. 

“Untuk keamanan saat ini kami mengungsikan karyawan dan keluarga mereka. Kami berharap pemerintah dapat dengan cepat menyelesaikan masalah ini," harapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung AKBP. Sulistiyaningsih menjelaskan, sudah 35 orang saksi yang diperiksa terkait bentrokan ini. "Namun belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka. Pada Senin (18/3/2013) mendatang akan dilakukan gelar perkara," jelasnya.