Notification

×

Pekerja Pembangunan Jembatan Layang Tewas Kena Setrum

08 March 2013 | 01:55 WIB Last Updated 2016-07-31T11:13:15Z
Plang proyek pembangunan jembatan layang Jl. Sultan Agung - Ryacudu, Bandar Lampung. (ist)

BANDAR LAMPUNG -
Mansur (41), salah satu pekerja pembangunan jembatan layang (flyover) di Simpang Wayhalim Jl Sultan Agung-Jl Ryacudu Kota Bandarlampung yang kedapatan tewas pada Rabu (6/3) dipastikan akibat terkena sengatan aliran listrik di tempat dia bekerja.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kamis, kejadian dialami salah satu pekerja jembatan layang itu pada Rabu sekitar pukul 10.30 WIB saat dirinya terpisah dengan rombongan pekerja lain, dengan berjalan sendiri berkeliling melintas di atas jembatan layang yang sedang dalam proses pembangunan itu.

"Saya tidak tahu jika ada yang melintas di atas jembatan layang ini, kami pada saat itu sedang istirahat semua," kata Yudi, pekerja proyek jembatan layang itu pula.

Dia mengatakan, ketika berjalan di atas jembatan layang tersebut, korban tiba-tiba tersengat aliran listrik dari kabel yang ada dan mengenai bagian lehernya sehingga membuat dirinya terjatuh dari ketinggian sekitar delapan meter.

Akibatnya korban mengalami luka berat, cedera parah di kepala bagian kiri belakang, lehernya terlihat memutih akibat terkena besetan kabel, dan tangan sebelah kiri korban terlihat hangus seperti terbakar api.

Secara terpisah, pihak pengembang pembangunan di jalan/jembatan layang tersebut, Fauzan Sibron menyatakan, sangat prihatin atas kejadian yang menimpa pekerjanya itu dan menilai bahwa kejadian tersebut merupakan musibah yang tidak diinginkan dan juga tidak diketahui akan terjadi seperti itu.

"Kami akan memberikan tali asih kepada korban, dan semua pekerja pembangunan jalan layang ini sudah dijamin melalui Jamsostek. Kami akan mengurus Jamsostek korban itu," kata dia lagi.

Pihaknya membantah pekerja tersebut tewas akibat kelalaian dari pengembang dalam mengawasi pekerjanya.

"Korban tewas bukan waktunya bekerja untuk pembangunan jembatan layang itu, karena saat itu sedang beristirahat. Saat pekerja lain beristirahat, korban berjalan yang tidak seharusnya dikerjakan dalam rencana pekerjaannya," ujar dia pula.

Menurut dia, korban berjalan di lokasi yang bukan wilayah pekerjaannya.

Tapi Fauzan mengaku, pihaknyan akan mencari tahu lagi apa penyebab kejadian tersebut.

Wali Kota Bandarlampung Herman HN yang langsung memantau ke tempat kejadian, mengatakan pihaknya prihatin atas kejadian itu serta meminta agar para pekerja harus berhati-hati dalam mengerjakan proyektersebut agar tidak memakan korban kembali.

"Harus berhati-hati dalam bekerja, jangan sampai ada korban lagi," kata Herman pula. Wali Kota minta pihak pengembang harus disiplin dalam mengawasi pekerjanya, supaya pekerjaan itu berjalan lancar dan sesuai dengan harapan. 

Herman menyatakan berdasarkan informasi, pekerja tersebut tewas diakibatkan oleh sengatan aliran listrik dari PT PLN setempat yang melintas di kawasan proyek tersebut.

"Saya meminta PT PLN dapat bekerjasama untuk membantu program Kota Bandarlampung dalam pengerjaan proyek ini," kata dia lagi.

Dia menegaskan, seharusnya PT PLN dapat segera mencabut aliran listrik yang dapat menghalangi kelancaran dalam pembangunan proyek jembatan layang itu, karena keberadaannya membahayakan para pekerjanya.