![]() |
| Kaca-Kaca di kantor Tempo pecah (detikcom) |
JAKARTA - Kantor milik media Tempo yang terletak di Jalan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, diserang sejumlah orang tak dikenal. Sejumlah kaca di kantor tersebut pecah-pecah karena massa melempar batu. Mereka datang menggunakan senjata tajam berupa samurai. Tanpa basa-basi mereka langsung berbuat anarkis dan menghancurkan pintu depan kantor yang terletak di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan itu.
"Kita baru dapat laporan sekitar pukul 23.20 WIB, ada sejumlah orang menyerang kantor Tempo. sampai saat ini masih berlangsung kejadiannya," ujar Petugas Piket Polsek Kebayoran Lama, Aiptu Mandahito, saat dikonfirmasi, Jumat (15/3/2013).
Polisi belum mengetahui apa penyebab penyerangan tersebut. Dia mengatakan, petugas kepolisian dari Polsek Kebayoran Lama sudah menuju lokasi untuk meredam aksi tersebut.
"Informasinya mereka melempar batu ke arah kantor Tempo, ada kaca yang pecah-pecah," paparnya. Polisi belum memastikan apakah ada korban dalam peristiwa tersebut. "Belum tahu kalau soal korban, petugas masih menuju ke sana," paparnya.
"Mereka memukul dengan senjata tajam," kata Redaktur Eksekutif Arif Zulkifli saat dikonfirmasi. Penyerbuan itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Arif tidak mengetahui para pelaku tersebut berasal dari kelompok mana. "Mereka datang dan merusak kaca depan," jelasnya.
Belum diketahui apakah ada wartawan Tempo yang menjadi korban. Namun kabarnya seorang satpam mengalami luka. Sementara itu pihak kepolisian sudah menuju lokasi. Pihak Tempo menduga penyebab massa tak dikenal menyerang kantornya karena dipengaruhi minuman keras. Perisitwa yang berlangsung hitungan menit itu, tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
"Itu yang menyerang diduga mereka mabok. Alhamdulillah tidak ada korban luka, " ujar Pimred Majalah Tempo Wahyu Muryadi.
Wahyu mengatakan, aksi tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB, tidak sampai setengah jam peristiwa penyerangan itu sudah berhasil. Wahyu sendiri saat ini masih berada di lokasi. "Tidak sampai setengah jam, setelah polisi datang mereka langsung kabur-kaburan," ungkapnya.
Wahyu menuturkan, pihak Tempo sendiri tidak pernah memiliki masalah dengan kelompok penyerang. Wahyu juga tidak mengetahui penyerang berasal dari kelompok mana. "Kita tidak ada singgungan tahu-tahu diserang, diduga mereka mabuk," terangnya.
"Itu anak kampung tetangga, lempar batu, diteriakan anak-anak yang lagi piket. Mereka datang bawa golok dan samurai. Kaca kantor dipecah," jelas Wahyu. Dia menambahkan, Tempo menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke pihak kepolisian untuk pengusutan. Polisi juga sudah berjaga di lokasi. Ada juga yang melakukan pengejaran. "Kita serahkan ke polisi," imbuhnya.
Diketahui, sekitar 8 orang dengan membawa senjata tajam menyerang Kantor redaksi Tempo di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Akibat kejadian ini kaca lobi kantor rusak parah dan dua orang satpam luka-luka.
Kejadian itu terjadi sekitar pukul 22.45 WIB, para pelaku yang diduga pemuda yang tinggal di sebelah kantor Tempo itu membawa senjata seperti samurai, golok dan kayu. Mereka menyerang membabi-buta selama sekitar 10 menit.
Pimred Tempo.co Daru, menjelaskan bahwa penyerangan itu bermula saat ada salah seorang warga yang melempar batu ke arah kantor Tempo, tak terima kantornya dilempar batu salah seorang karyawan menegur. "Pas duduk di dalam, tiba-tiba dengar keributan di depan tempat anak-anak biasa nongkrong. Saya pikir becanda, ternyata ada satu orang dikejar, kemudian masuk," kata Pimred Tempo.co Daru di lokasi kejadian.
Saat menyerang kantor, mereka langsung dihadang 2 orang satpam kantor agar para pelaku tak sampai masuk ke dalam kantor dimana masih terdapat beberapa karyawan yang piket malam. Kaca kantor itu pecah dihajar samurai dan golok, dua orang satpam yang menahan aksi itu terluka akibat sempat adu jotos dengan para pelaku.
"Ditahan oleh dua orang satpam, tapi satpam nggak berdaya. Bahkan ada yang mau dibacok tapi nggak berhasil. Kita semua menyingkir saat kejadian," ungkapnya. "Motifnya belum jelas," lanjut Daru. Kejadian itu hanya berlangsung sekitar 10 menit. Saat polisi tiba di lokasi para pelaku sudah melarikan diri ke arah kampung sebelah.
sumber
