Notification

×

Jenderal Polisi Jujur, Tinggal di Mess Berhantu

20 March 2013 | 15:35 WIB Last Updated 2013-03-20T08:35:00Z
jenderal m jasin. museum.polri.go.id

LAMPUNGONLINE - Masih ingat Komisaris Jenderal Moehammad Jasin, polisi jujur yang tidak tergiur emas dan berlian empat besek? Ternyata mantan komandan pasukan Brigade Mobile Polri ini juga punya cerita soal menarik soal rumah dinas.

Ceritanya saat itu Jasin diangkat menjadi komandan polisi kabupaten Surabaya yang bermarkas di Gresik. Karena rumah dinas belum ada, Jasin terpaksa tinggal di ruangan sempit yang disebut kaserne. Ruangan ini sebenarnya jatah polisi rendahan. Tapi Jasin tak keberatan, dia malah merasa senang.

"Saya merasa dapat belajar hidup di antara bawahan yang juga tinggal di Kaserne tersebut. Saya gemar makan di kantin sambil bergaul akrab dengan bawahan. Dalam pergaulan ini, saya berusaha tampil sebagai teladan dan memperlihatkan kesejahteraan bawahan," kata Jasin dalam buku 'Memoar Jasin Sang Polisi Pejuang, Meluruskan Sejarah Kepolisian Indonesia' terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Sayangnya Jasin tidak bisa lama tinggal di kaserne itu. Dia diminta pindah ke rumah dinas yang letaknya tak jauh dari kaserne itu. Jasin mengingat ada pohon beringin besar di depannya. Menurut Asisten Wedana Gresik Soeprapto, rumah dinas itu juga berhantu.

"Katanya penunggu itu sering menampakkan diri saat malam hari. Wajahnya seperti orang Arab, berpakaian jubah putih dan memegang sorban," cerita Jasin.

Tapi Jasin tak percaya. Menurutnya itu semua hanya isapan jempol. Nah suatu malam, saat malah hari yang sepi. Tiba-tiba telepon di rumah dinas itu berbunyi. Anjing milik Jasin menggigil ketakutan dan bersembunyi di kolong tempat tidur. Jasin berusaha menenangkannya. Ketika dia berbalik, betapa terkejutnya perwira polisi itu.

"Ada seorang tamu yang membelakangi saya. Tamu itu berjubah putih dan mengenakan sorban. Dia berdiri membelakangi saya dan berjalan keluar melalui pintu yang terkunci dan menghilang. Sejak penglihatan itu, barulah saya percaya pada cerita-cerita yang berbau mistik," kenang Jasin.

Nah, kira-kira sekarang apakah di rumah dan vila mewah milik para jenderal kaya yang diduga korupsi apa ada hantu juga?

Jenderal Kaya Raya
Saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melacak keberadaan harta Irjen Djoko Susilo yang menjadi tersangka dugaan kasus tindak pidana pencucian uang dari korupsi proyek Simulator SIM, di Korlantas Polri. Sekitar 40-an asetnya mulai dari rumah sampai sampai sawah dengan total nilai Rp 60-70 miliar telah disita.

Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal Timur Pradopo tak menampik banyak Jenderal di Korps Bhayangkara yang punya kekayaan bernilai fantastis.

"Polri ada yang demikian, tapi juga ada juga yang bagus. Tentunya ini bagian evaluasi kita semua," kata Timur di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/3/2013).

Timur menambahkan, kasus Djoko ini menjadi pelajaran berharga buat institusinya. Dia berjanji segera membenahi dan melakukan pengawasan ketat terutama untuk proyek yang bersifat pengadaan.

"Seperti pengadaan, pendanaan itu cukup untuk memberikan pelayanan pada masyarakat. Itu aja yang diperbaiki. Istilahnya dalam jumlah besar untuk hal-hal yang pertanggungjawaban yang susah juga. Saya dengan semua harapan masyarakat pada Polri," janjinya.

Dia juga berjanji akan membersihkan perilaku jenderal nakal. Maka itu dia berharap kerja sama masyarakat untuk ikut mengawasi.

"Insya Allah tidak lagi terjadi seperti itu. Saya sampaikan kita harus lebih banyak beri pendidikan, beri saran-saran termasuk peran serta masyarakat yang lain. Kita kerjasama agar semua berjalan dengan baik," tandasnya.