BANDAR LAMPUNG - Harga ikan air tawar di Kota Bandarlampung cenderung naik sejak pekan lalu, sedangkan pasokan ikan laut berkurang akibat faktor musim pancaroba mulai melanda wilayah Lampung.
Menurut sejumlah pedagang ikan di Pasar Gudang Lelang Bandarlampung, harga ikan di pasar itu naik seiring dengan kenaikan kebutuhan pokok lainnya, seperti daging dan bawang.
"Persediaan ikan berkurang, harganya tetap tinggi," kata Rosida, salah satu pedagang ikan setempat, Kamis (14/3/2013).
Ia menyebutkan harga ikan laut itu berkisar Rp30.000-Rp100.000/kg, seperti selar Rp40.000/kg, kembung sate Rp40.000/kg, kakap merah Rp45.000/kg, tenggiri Rp55.000/kg, simba Rp40.000/kg, udang berkisar Rp55.000-Rp85.000/kg, bawal hitam Rp40.000/kg, bawal putih Rp100.000/kg, kerapu Rp70.000/kg, rajungan Rp45.000/kg, dan ikan teri basah Rp30.000/kg.
Menurut dia, diperkirakan harga ikan masih sulit turun di musim pancaroba, namun kenaikan harganya itu diyakini tidak akan setinggi kenaikan harga daging sapi.
Harga daging sapi di pasar itu berkisar Rp80.000-Rp98.000/kg, padahal pekan sebelumnya berkisar Rp75.000-Rp90.000/kg.
Sejumlah konsumen pasar itu menyatakan mereka memilih membeli ikan karena harganya masih jauh lebih murah dibandingkan dengan harga daging sapi.
"Meski naik, harga ikan masih terjangkau. Namun, kenaikan harga ini tentu makin memberatkan warga, apalagi harga kebutuhan lainnya juga ikut melambung, seperti bawang," kata Ute, salah satu konsumen di pasar tersebut.
Sementara itu, harga ikan tawar juga naik tipis, seperti ikan lele yang harganya sekarang telah mencapai Rp23.000/kg, gurame Rp43.000/kg, ikan mas Rp24.000/kg, dan patin Rp17.000/kg.
